TIMESINDONESIA.MY.ID - Kubu Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi telah melaksanakan upacara adat Dalem Jumenengan atau prosesi naik takhta di lingkungan Keraton Solo. Namun, agenda kirab Jumenengan yang biasanya menyertai perayaan tersebut tidak digelar pada hari ini.

Dikutip dari Kompas.com, pihak Keraton Solo memberikan penjelasan resmi mengenai penundaan agenda budaya tersebut. Keputusan ini diambil guna menyesuaikan kondisi kawasan yang saat ini masih dalam tahap perbaikan besar.

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, menegaskan bahwa kirab baru akan dilaksanakan setelah revitalisasi kawasan Keraton Solo rampung sepenuhnya. Target penyelesaian pengerjaan revitalisasi tersebut diproyeksikan akan selesai pada Desember 2026 mendatang.

"Ya, saya memang menyampaikan kepada pemerintah dalam hal ini, kepada Pak Menteri Kebudayaan supaya matur (menyampaikan) ke Bapak Presiden. Bahwa kami ini menyelesaikan upacara adat yang harus kami penuhi. Itu dan nanti kirabnya itu setelah selesai revitalisasi insyaAllah," ujar Gusti Moeng.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gusti Moeng saat berada di lingkungan Keraton Solo pada Sabtu (5/9/2026). Ia menekankan pentingnya sinergi antara pihak keraton dan pemerintah dalam menjaga kelancaran prosesi adat sekaligus pembangunan infrastruktur.

Penundaan kirab ini merupakan langkah strategis agar prosesi budaya dapat berlangsung dengan lebih khidmat dan nyaman bagi masyarakat setelah kawasan selesai dipercantik. Pihak keraton berkomitmen untuk tetap menjaga tradisi meskipun terdapat penyesuaian jadwal pelaksanaannya.

Hingga saat ini, pihak Keraton Solo terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait progres pembangunan kawasan cagar budaya tersebut. Masyarakat diharapkan bersabar menunggu hingga revitalisasi selesai agar kirab dapat diselenggarakan dengan maksimal.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google