TIMESINDONESIA.MY.ID - Kelangkaan bahan bakar minyak jenis Solar bersubsidi di wilayah Sumatera Barat masih menjadi persoalan yang belum teratasi hingga bulan keempat. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang kendaraan yang mengular di hampir seluruh area SPBU di provinsi tersebut.
Munculnya fenomena antrean panjang ini memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat luas. Beberapa isu yang beredar di antaranya adalah dugaan keterlibatan mafia Solar, adanya aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI), hingga maraknya praktik penjualan oleh pedagang eceran.
Sebagai langkah mitigasi awal, pihak Pertamina sebenarnya telah melakukan serangkaian tindakan tegas terhadap pengelola SPBU yang tidak patuh. Langkah tersebut meliputi penutupan operasional SPBU nakal serta pemblokiran ribuan QR Code kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan.
Polemik Relokasi Kios di Taman Margasatwa Bukittinggi: Pedagang Khawatir Kehilangan Pembeli
Namun, upaya yang telah dilakukan tersebut dinilai masih belum membuahkan hasil yang optimal dalam mengurai kepadatan antrean. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat masih kesulitan mendapatkan akses Solar subsidi dengan mudah.
Demi mempersempit celah terjadinya penyalahgunaan distribusi, PT Pertamina Patra Niaga akhirnya mengambil langkah lebih konkret. Mereka kini menggandeng Polda Sumbar dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memperketat pengawasan.
Langkah kolaboratif ini diwujudkan melalui kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan ke sejumlah SPBU di Kota Padang pada Senin (7/9/2026). Dikutip dari Kompas.com, sinergi ini diharapkan dapat memulihkan kelancaran distribusi bahan bakar di wilayah Sumatera Barat.
"Langkah tegas seperti penutupan SPBU nakal dan pemblokiran ribuan QR Code telah kami lakukan untuk menekan celah penyalahgunaan Solar subsidi," ujar pihak Pertamina.
"Namun, mengingat antrean masih terus terjadi, kami kini bersinergi dengan Polda Sumbar dan Pemprov Sumbar untuk melakukan sidak langsung ke lapangan guna menuntaskan masalah ini," kata pihak Pertamina.
Pihak berwenang berharap melalui pengawasan ketat ini, distribusi Solar dapat kembali tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak. Koordinasi lintas sektoral ini menjadi kunci utama untuk mengembalikan stabilitas stok BBM di Sumatera Barat.