TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Kota Bukittinggi baru saja melakukan langkah penataan kawasan di lingkungan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK). Langkah ini ditandai dengan pembongkaran puluhan kios pedagang yang selama ini beroperasi di area tersebut.

Peristiwa pembongkaran kios pedagang tersebut berlangsung pada Senin, 7 September 2026. Lokasi penertiban berada tepat di pintu utama kebun binatang, Kelurahan Benteng Pasar Atas, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi.

Dikutip dari Kompas.com, aksi pemerintah ini memicu penolakan keras dari para pedagang yang terdampak. Mereka merasa keberatan jika harus berpindah lokasi ke kawasan Pusat Pertokoan Pasar Atas.

Para pedagang menilai bahwa rencana relokasi tersebut bukanlah solusi yang tepat bagi keberlangsungan usaha mereka ke depannya. Mereka merasa kebijakan tersebut kurang mempertimbangkan ekosistem bisnis yang sudah terbentuk di sekitar kebun binatang.

"Pemindahan ke lantai tiga Pasar Atas bukanlah solusi yang tepat bagi kami," ujar Ismail.

Ketua Pedagang TMSBK, Ismail (45), menjelaskan bahwa barang dagangan mereka sangat spesifik dan bergantung pada kehadiran pengunjung kebun binatang. Produk yang dijual umumnya meliputi pakan hewan seperti wortel, kacang, hingga cendera mata khas wisata.

"Mungkin tidak orang mau pergi dulu ke Pasar Atas hanya untuk membeli kacang demi memberi makan beruk di kebun binatang?" keluh Ismail.

Ismail menegaskan bahwa tawaran relokasi dari pihak pemerintah dinilai sangat tidak masuk akal bagi kelangsungan usaha para pedagang. Ia berharap ada pertimbangan lain yang lebih relevan dengan kebutuhan para pelaku usaha di lokasi wisata tersebut.

Hingga saat ini, para pedagang masih terus mengupayakan komunikasi agar aspirasi mereka didengar oleh pemerintah setempat. Mereka berharap dapat menemukan titik temu yang tidak mematikan mata pencaharian warga di sekitar Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan.