TIMESINDONESIA.MY.ID - Suasana keprihatinan menyelimuti kawasan SMA Negeri 2 Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Jumat (21/8/2026), Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka hadir secara langsung untuk menyaksikan kondisi sarana pendidikan yang mengalami kerusakan parah tersebut.

Kunjungan ini merupakan respons tanggap terhadap peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026). Bencana alam tektonik tersebut menyisakan dampak fisik yang nyata pada sejumlah fasilitas belajar mengajar di lingkungan sekolah.

Dikutip dari KOMPAS.com, pemandangan paling memprihatinkan terlihat pada gedung B sekolah yang menampung dua ruang kelas. Struktur bangunan tersebut roboh dan rata dengan tanah, sehingga tidak memungkinkan lagi untuk difungsikan dalam kegiatan belajar.

Kerusakan juga tampak jelas melanda gedung A dan gedung C yang terdiri atas beberapa ruang belajar. Dinding-dinding pada kedua bangunan tersebut mengalami keretakan yang cukup signifikan akibat guncangan gempa yang kuat.

Selain ruang kelas, fasilitas penunjang seperti ruang perpustakaan turut terdampak oleh bencana alam ini. Bagian plafon ruangan perpustakaan terlihat roboh berserakan, sementara lantai bangunan mengalami keretakan yang membahayakan.

Jejak kerusakan juga menjalar ke area administrasi dan perkantoran sekolah. Ruang guru, ruang tata usaha, ruang sarana dan prasarana, hingga ruang kepala sekolah kini berada dalam kondisi dinding yang miring dan rentan runtuh.

Melihat kondisi infrastruktur yang rusak berat, Wapres memberikan perhatian khusus agar pemulihan fasilitas sekolah ini dapat segera diakselerasi oleh pihak terkait demi keselamatan para siswa.

"Sarana pendidikan yang mengalami kerusakan akibat bencana ini harus segera diperbaiki dan direhabilitasi agar para murid bisa kembali bersekolah dengan aman serta tenang," kata Gibran Rakabuming Raka.

Kunjungan kerja ini membawa angin segar bagi warga sekolah dan masyarakat setempat dalam upaya percepatan rekonstruksi bangunan. Pemerintah diharapkan dapat segera memulihkan fasilitas umum tersebut demi menjaga kelangsungan pendidikan generasi penerus di Manggarai Timur.