TIMESINDONESIA.MY.ID - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menyelesaikan operasi evakuasi terhadap seorang pendaki remaja berusia 16 tahun yang terperosok ke dalam area kawah Gunung Slamet, Jawa Tengah. Proses pengangkatan jenazah korban berjalan dengan penuh kehati-hatian mengingat struktur medan kawah yang sangat terjal serta memiliki tingkat risiko tinggi.
Dikutip dari keterangan resmi pihak pengelola dan instansi terkait, operasi pencarian dan penyelamatan ini melibatkan personel dari Basarnas, relawan pendakian, serta petugas keamanan setempat. Korban sebelumnya dikabarkan mengalami insiden saat beraktivitas di sekitar kawasan puncak bersama rombongannya.
"Seluruh personel di lapangan telah berupaya optimal untuk mengangkat jenazah korban dari lereng kawah hingga ke jalur aman sebelum dibawa turun menuju pos pendakian," kata Koordinator Tim Penyelamat.
Peristiwa nahas tersebut bermula saat korban diduga terpeleset akibat jalur licin di dekat bibir kawah dan kehilangan keseimbangan. Rekan pendaki yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergerak cepat turun menuju pos pendaftaran terdekat guna meminta pertolongan darurat.
Kondisi alam di puncak Gunung Slamet, seperti hembusan gas vulkanik dan kabut tebal, menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi selama menjalankan tugas. Personel harus memanfaatkan peralatan khusus vertical rescue untuk menjangkau lokasi jatuhnya korban di kedalaman kawah.
"Cuaca dan medan yang curam memang menuntut kehati-hatian ekstra, namun koordinasi yang solid memungkinkan proses penarikan berjalan lancar," tutur salah satu perwakilan tim relawan.
Setibanya di posko bawah, jenazah pendaki langsung dibawa menggunakan ambulans ke fasilitas medis setempat guna menjalani pemeriksaan lanjutan. Setelah seluruh proses medis selesai, pihak berwenang segera menyerahkan korban kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
Pihak pengelola jalur pendakian Gunung Slamet kembali mengingatkan para pendaki agar selalu memperhatikan faktor keselamatan serta tidak mendekati area kawah aktif. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap instruksi petugas dinilai sangat penting demi mencegah terjadinya kecelakaan fatal di gunung.