TIMESINDONESIA.MY.ID - Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, jajaran TNI bergerak cepat mengambil langkah strategis. Operasi pemadaman digencarkan demi mengendalikan sebaran titik api agar kawasan konservasi tersebut tetap terlindungi.
Dikutip dari Kompas.com, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi secara langsung mengerahkan para prajurit terlatih beserta armada peralatan modern ke lokasi terdampak. Pengerahan kekuatan ini bertujuan untuk mempercepat proses mitigasi kebakaran yang berpotensi meluas di area hutan.
Personel yang diterjunkan dalam misi penyelamatan lingkungan ini berasal dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 943/Darah Putih Cakti. Pasukan darat tersebut langsung bergerak menyisir medan guna menjangkau titik-titik api yang tersebar di dalam kawasan.
Guna menunjang efektivitas pemadaman, para prajurit dibekali dengan dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit mobil tangki air. Tidak hanya itu, armada truk NPS dan perangkat drone udara turut dioperasikan untuk memetakan situasi kebakaran secara presisi.
Seluruh rangkaian operasi pemadaman diatur secara terstruktur agar koordinasi di lapangan berjalan optimal. Pengendalian taktis personel maupun sarana pendukung dipusatkan di bawah komando perwira wilayah setempat.
"Pengerahan seluruh pasukan dan perlengkapan operasi di lapangan berada langsung di bawah kendali operasi Dandim 0429/LT," kata Mayjen TNI Kristomei Sianturi.
Langkah penanganan karhutla di kawasan konservasi Way Kambas ini tidak hanya mengandalkan pemadaman konvensional semata. Sinergi antara pemantauan teknologi dan kesiapan fisik prajurit menjadi kunci utama dalam meredam kobaran api.
"Upaya pemadaman kebakaran hutan ini tidak hanya bertumpu pada pergerakan pasukan di jalur darat," ujar Mayjen TNI Kristomei Sianturi.
"Kami juga menyiapkan skema penanganan lain yang meliputi rekayasa cuaca serta proses pemadaman memanfaatkan sarana udara," lanjut Mayjen TNI Kristomei Sianturi.