TIMESINDONESIA.MY.ID - XPENG Indonesia secara resmi memperluas jangkauan pasarnya dengan membuka Experience & Service Center perdana di Kota Surabaya, Jawa Timur. Fasilitas terpadu ini berlokasi strategis di Jalan HR Muhammad No. 132, Dukuh Pakis, Surabaya.
Kehadiran gerai baru ini tidak hanya menjadi fasilitas penjualan dan purnajual terbesar bagi XPENG di Tanah Air, melainkan juga menandai pencapaian istimewa. Pusat layanan di Kota Pahlawan ini tercatat resmi sebagai titik jaringan ke-500 XPENG di seluruh dunia.
Dikutip dari AutonetMagz, pemilihan Surabaya dinilai sangat strategis karena kota ini berperan sebagai pusat mobilitas utama di kawasan timur Pulau Jawa. Langkah ekspansi ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap lini mobil listrik pintar beserta layanan perawatannya.
"Surabaya memiliki arti yang sangat khusus bagi perjalanan kami karena peresmian fasilitas ini bertepatan dengan momentum pencapaian jaringan ke-500 XPENG secara global," ujar CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto.
Pusat fasilitas terpadu ini menempati bangunan dua lantai dengan total luas mencapai 1.446,52 meter persegi. Mengusung konsep terintegrasi, para pengunjung dapat mengeksplorasi teknologi kendaraan terkini sekaligus mendapatkan layanan purnajual secara efisien dalam satu tempat.
Guna memastikan dukungan teknis yang optimal, fasilitas ini turut dilengkapi dengan tujuh area perawatan atau service bay. Ketersediaan kapasitas servis tersebut menjadi solusi penting dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi para pemilik kendaraan listrik di Jawa Timur.
Pada area pamer, XPENG menyuguhkan model MPV unggulan New X9 yang mengutamakan ruang kabin lapang dan teknologi modern untuk kebutuhan keluarga. Kendaraan ini dirancang guna memberikan pengalaman berkendara jarak jauh yang nyaman dan aman.
Selain itu, hadir pula jajaran SUV modern seperti XPENG G6 Pro dan varian G6 Pro AWD yang menawarkan perpaduan desain elegan serta performa tinggi. Kehadiran ragam produk ini diharapkan dapat memenuhi preferensi mobilitas harian masyarakat urban yang menginginkan efisiensi energi.