TIMESINDONESIA.MY.ID - Perdana Menteri (PM) Timor Leste, Xanana Gusmao, baru saja melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Kota Solo. Pertemuan tersebut menarik perhatian publik karena status Xanana sebagai kepala pemerintahan negara tetangga.

Dikutip dari sumber berita terkait, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, memberikan tanggapan resmi mengenai kehadiran Xanana di Indonesia. Sugiono menegaskan bahwa hingga saat ini, pihak Kementerian Luar Negeri belum menerima pemberitahuan resmi terkait agenda kunjungan tersebut.

Sugiono menjelaskan bahwa kunjungan ini dikategorikan sebagai agenda bersifat pribadi, bukan merupakan kunjungan kenegaraan resmi. Oleh karena itu, protokol yang diterapkan pun berbeda dengan kunjungan diplomatik pada umumnya.

"Tentu saja kami, Kementerian Luar Negeri, memiliki tugas untuk melakukan fasilitasi jika ada kepala negara atau kepala pemerintahan yang berkunjung ke Indonesia. Tentu saja ini biasanya dilakukan lewat korespondensi resmi," ujar Sugiono.

Meski demikian, pihak kementerian tetap bersikap terbuka jika terdapat kebutuhan koordinasi lebih lanjut. Pemerintah Indonesia memiliki mekanisme standar untuk menyambut tamu kehormatan dari luar negeri.

Sugiono menegaskan bahwa apabila Pemerintah Timor Leste memberikan notifikasi resmi, pihaknya siap memberikan fasilitas yang diperlukan. Hal ini sesuai dengan prosedur diplomatik yang berlaku bagi kepala negara atau kepala pemerintahan yang berkunjung ke Indonesia.

Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (4/9/2026) ini menjadi sorotan karena memperlihatkan kedekatan personal antara Xanana Gusmao dan Joko Widodo. Meski tidak ada agenda kenegaraan, pertemuan ini tetap menjadi perhatian di lingkup hubungan bilateral kedua negara.

Kejadian ini menunjukkan fleksibilitas dalam komunikasi antar pemimpin negara yang memiliki hubungan sejarah panjang. Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi melalui saluran diplomatik yang ada.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google