TIMESINDONESIA.MY.ID - Proses ekshumasi jenazah almarhum Sutrismo dijadwalkan untuk dilaksanakan pada hari ini, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini akan berlangsung di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.
Pihak keluarga almarhum Sutrismo telah memutuskan untuk tidak menyaksikan secara langsung proses pembongkaran makam yang akan dilakukan. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan mendalam dari sisi emosional.
Kuasa hukum keluarga Sutrismo, Aan Rohaeni, menjelaskan alasan di balik ketidakhadiran keluarga. Ia menyampaikan bahwa pengalaman menyaksikan langsung proses tersebut akan sangat berat bagi mereka.
"Saya juga seorang orang tua. Lihat anak jatuh kepeleset saja kan kita gemetar. Apalagi posisi kayak gini, pasti sangat bukan hal yang mudah," demikian pernyataan Aan Rohaeni.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Aan Rohaeni saat ditemui oleh sejumlah wartawan di sekitar kompleks pemakaman. Beliau ditemui pada Selasa (11/8/2026) sore.
Keputusan keluarga untuk tidak hadir ini menunjukkan betapa mendalamnya rasa duka dan beratnya situasi yang sedang mereka hadapi. Hal ini menjadi sorotan tersendiri dalam proses ekshumasi yang berlangsung.
Lokasi spesifik pelaksanaan ekshumasi adalah di Desa Wlahar, sebuah area yang menjadi tempat peristirahatan terakhir almarhum Sutrismo.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik di Kabupaten Banyumas, terutama terkait dengan alasan di balik dilakukannya ekshumasi dan sikap keluarga.
Dilansir dari detikJateng, proses ekshumasi ini merupakan bagian dari rangkaian kejadian yang sedang berlangsung terkait dengan almarhum Sutrismo.