TIMESINDONESIA.MY.ID - Penemuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan telah menimbulkan berbagai pertanyaan. Pihak yayasan kini mulai memberikan penjelasan mengenai bagaimana temuan tak terduga ini pertama kali terungkap.

Peristiwa berawal pada tanggal 10 Juli tahun 2026, ketika upaya akses ke salah satu ruangan di lingkungan sekolah dilakukan. Ruangan tersebut diketahui milik mantan ketua yayasan.

Kunci akses menuju ruangan yang menyimpan ratusan senjata tersebut dilaporkan berada di tangan mantan ketua yayasan, yang diidentifikasi sebagai IWD, beserta beberapa pihak lainnya. Hal ini menjadi titik awal penemuan tersebut.

Pengacara yayasan sekolah tersebut, Hermawanto, membenarkan informasi mengenai kunci ruangan yang dipegang oleh mantan ketua yayasan. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi pemicu dimulainya investigasi.

"Jadi awal peristiwa tanggal 10 bulan Juli tahun 2026, ketika penemuan pertama senjata itu berawal dari ruangan itu kuncinya dibawa oleh Pak IWD dan kawan-kawan," ujar Hermawanto di kawasan Jakarta Selatan pada Minggu (9/8/2026).

Pernyataan Hermawanto tersebut menggarisbawahi bahwa penemuan senjata ini bukanlah kejadian yang tiba-tiba tanpa adanya sebab. Proses penemuan terkait erat dengan kepemilikan kunci akses ruangan.

Lokasi penemuan senjata yang berada di sekolah swasta di Jakarta Selatan ini menjadi perhatian publik. Detail mengenai ruangan spesifik dan konteks kepemilikannya terus digali untuk memberikan gambaran yang utuh.

Pihak yayasan berupaya memberikan transparansi terkait kronologi kejadian. Penjelasan ini diharapkan dapat meredakan spekulasi dan memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai insiden tersebut.

Dikutip dari sumber berita terkait, fokus kini tertuju pada bagaimana ratusan senjata tersebut bisa berada di dalam ruangan yang terafiliasi dengan institusi pendidikan. Investigasi lebih lanjut masih terus berlangsung.