TIMESINDONESIA.MY.ID - Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Lampung kini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pemerintah setempat mulai menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna meminimalisir potensi ancaman api di area rawan.

Dikutip dari Kompas.com, pelaksanaan operasi ini berfokus pada penyemaian awan di wilayah-wilayah yang berisiko tinggi terhadap munculnya titik panas. Langkah preventif tersebut diambil sebagai respons cepat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kabut asap.

Berdasarkan data pemantauan yang dirilis oleh BMKG Lampung pada Sabtu (29/8/2026), tren jumlah titik panas di lapangan terpantau mulai menurun. Data ini diambil dalam rentang waktu pemantauan mulai pukul 00.00 hingga 10.11 WIB.

Secara keseluruhan, tercatat ada 49 titik panas yang tersebar di tujuh kabupaten di wilayah Lampung. Pihak berwenang terus melakukan pemantauan ketat guna memastikan sebaran titik panas tersebut tidak meluas menjadi karhutla yang lebih besar.

"Jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di sejumlah wilayah Lampung mulai menurun di tengah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan," ujar BMKG Lampung.

Kabupaten Way Kanan menjadi wilayah dengan deteksi titik panas terbanyak, yakni mencapai 19 titik. Sementara itu, wilayah Lampung Utara, Mesuji, dan Tulang Bawang masing-masing mencatatkan tujuh titik panas.

Selain daerah tersebut, titik panas juga terdeteksi di Lampung Selatan sebanyak empat titik. Wilayah Tulang Bawang Barat mencatatkan tiga titik, sementara Lampung Tengah memiliki dua titik panas.

Di sisi lain, terdapat kabar baik dari wilayah Lampung Timur yang tetap terjaga. Hasil pemantauan BMKG menunjukkan bahwa tidak ada satu pun titik panas yang terdeteksi di kabupaten tersebut selama periode pengamatan.

Operasi ini diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi kualitas udara di Lampung. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan seiring dengan berlanjutnya masa operasi ini.