TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebanyak lima orang jurnalis dilaporkan hilang kontak saat tengah menjalankan tugas liputan terkait erupsi Gunung Anak Krakatau. Peristiwa ini terjadi di wilayah perairan Selat Sunda yang saat ini tengah dalam pemantauan ketat otoritas terkait.
Para jurnalis tersebut diketahui memulai perjalanan mereka dari dermaga Pagedongan yang terletak di kawasan Carita, Pandeglang. Mereka memutuskan untuk menuju titik lokasi kejadian dengan menggunakan alat transportasi laut berupa speedboat.
Dilansir dari [Nama Media], keberangkatan rombongan jurnalis tersebut tercatat terjadi pada hari Senin (7/9). Mereka bertolak dari dermaga sekitar pukul 14.00 WIB untuk mendekati area sekitar gunung.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Basarnas Banten, terdapat lima orang wartawan yang berada di dalam speedboat tersebut. Mereka pergi dengan tujuan utama untuk mendokumentasikan perkembangan aktivitas vulkanik terkini di sekitar Anak Krakatau.
"Kelima jurnalis itu berangkat menggunakan speedboat dari dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang pada Senin, 7 September, sekitar pukul 14.00 WIB," ujar pihak Basarnas Banten.
Proses hilangnya kontak para jurnalis ini diketahui terjadi tidak lama setelah mereka memulai perjalanan. Hal ini memicu kekhawatiran pihak keluarga serta rekan sejawat yang berada di daratan.
"Kontak terakhir salah satu wartawan yang berangkat terjadi sekitar pukul 14.42 WIB dengan salah seorang rekan wartawan di Lampung," ujar pihak Basarnas Banten.
Hingga saat ini, pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan keberadaan rombongan tersebut. Pencarian dilakukan secara intensif dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan aktivitas gunung yang masih berlangsung.
Seluruh pihak berharap agar kelima jurnalis tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat. Fokus utama saat ini adalah menyisir titik koordinat terakhir yang sempat terdeteksi oleh sistem komunikasi.