TIMESINDONESIA.MY.ID - Ditemukannya ratusan senjata di lingkungan sekolah swasta di Jakarta Selatan menjadi sorotan publik. Hal ini memicu reaksi dari salah satu pendiri yayasan yang merasa prihatin atas peristiwa tersebut.

Yan Sofyan Syafe'i, salah seorang pendiri yayasan, akhirnya buka suara mengenai temuan mengejutkan ini. Ia mengungkapkan rasa sedihnya yang mendalam atas adanya barang-barang tersebut di dalam ruang mantan Ketua Yayasan.

"Kami selaku pendiri yang mendirikan sekolah ini merasa bersedih sekali dengan adanya hal seperti ini," ungkap Yan Sofyan Syafe'i dalam sebuah konferensi pers. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta Selatan pada hari Minggu, 9 Agustus 2026.

Beliau menambahkan harapan agar segala permasalahan yang timbul dapat segera diperbaiki. "Insyaallah seperti yang tadi saya utarakan mudah-mudahan semua itu dapat diperbaiki dengan sebaik-baiknya," lanjutnya.

Yan Sofyan Syafe'i menjelaskan visi awal pendirian sekolah ini. Tujuannya adalah untuk membentuk generasi muda yang memiliki bekal spiritual dan intelektual yang baik.

Sekolah tersebut didirikan dengan cita-cita mulia untuk menciptakan anak-anak yang saleh dan pintar. Visi ini menjadi landasan utama para pendiri dalam membangun institusi pendidikan.

Para pendiri sekolah ini memiliki latar belakang yang terhormat. Mereka adalah Mantan Wakil Presiden RI Adam Malik, Letjen TNI (Purn) KPH Soerjo Wirjohadipoetro, Mawardi Labay El-Sulthani, dan Yan Sofyan Syafe'i sendiri.

Penemuan 966 senjata ini terjadi di ruang yang sebelumnya ditempati oleh mantan Ketua Yayasan. Detail mengenai jenis senjata dan kronologi penemuannya masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan dan pengawasan di lingkungan sekolah. Pihak yayasan berjanji akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh.