TIMESINDONESIA.MY.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) telah resmi menutup secara permanen sebanyak 504 unit dapur yang termasuk dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keputusan ini diambil setelah serangkaian pemeriksaan menemukan bahwa fasilitas dapur tersebut tidak memenuhi standar kelayakan dari sisi sanitasi.
Penutupan permanen ini merupakan tindak lanjut dari laporan resmi yang diterima oleh BGN. Laporan tersebut berasal dari Dinas Kesehatan di berbagai daerah di Indonesia dan kemudian diteruskan melalui Kementerian Kesehatan.
Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan dasar dari keputusan penutupan tersebut. "Menurut laporan dari Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia yang dilaporkan melalui Kementerian Kesehatan, ada 504 dapur yang kemudian kami tutup secara permanen karena dinyatakan tidak layak untuk kemudian secara sanitasi," ujar Sudaryono dalam keterangan resmi pada Jumat (14/8/2026).
Langkah tegas ini menunjukkan komitmen BGN dalam memastikan standar kesehatan dan keamanan pangan terpenuhi di seluruh fasilitas pelayanan gizi yang ada di Indonesia. Fokus utama dari penutupan ini adalah aspek sanitasi yang krusial untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kualitas asupan gizi.
Selain 504 dapur yang telah resmi ditutup, proses pemeriksaan mendalam masih terus berlanjut untuk sejumlah fasilitas lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa BGN tidak hanya memberikan sanksi, tetapi juga melakukan evaluasi komprehensif.
"Sisanya ada sekitar 3.000 yang saat ini sudah mendaftar, sekarang sedang dicek oleh Dinas Kesehatan masing-masing," ucap Sudaryono, merujuk pada dapur-dapur yang masih dalam tahap evaluasi.
Jumlah yang signifikan ini mengindikasikan adanya tantangan dalam pemenuhan standar sanitasi yang konsisten di seluruh unit pelayanan gizi di tanah air. Diperlukan upaya perbaikan yang berkelanjutan dari berbagai pihak.
Langkah penutupan permanen ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan dorongan bagi pengelola dapur SPPG lainnya untuk segera memperbaiki fasilitas mereka agar sesuai dengan standar yang berlaku.
Dikutip dari Kompas.com, penutupan ini adalah bagian dari upaya BGN untuk meningkatkan kualitas layanan gizi masyarakat secara keseluruhan.