TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi, 15 Agustus. Kejadian ini segera memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Sosial (Kemensos).

Menyikapi situasi darurat ini, Kemensos secara proaktif mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan tim relawan ke daerah-daerah yang terdampak langsung oleh guncangan kuat tersebut.

Fokus utama pengerahan personel adalah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan memastikan keamanan di lokasi bencana.

Selain personel, Kemensos juga telah menyiapkan dan mendistribusikan bantuan logistik yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi dan warga terdampak.

Nilai bantuan logistik yang telah disalurkan oleh Kemensos dilaporkan mencapai lebih dari Rp4,5 miliar, mencakup berbagai kebutuhan esensial.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana telah bergerak dan berkoordinasi secara intensif di lapangan.

"Seluruh unsur penanganan bencana telah bergerak dan berkoordinasi di lapangan," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Pemerintah Provinsi NTT bersama dengan pemerintah kabupaten yang terdampak juga terus aktif melakukan asesmen mendalam untuk memantau kondisi warga dan mengidentifikasi kebutuhan mendesak.

"Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten terdampak juga terus melakukan asesmen untuk memastikan kondisi warga serta kebutuhan yang perlu segera dipenuhi," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf.