TIMESINDONESIA.MY.ID - Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah, masih menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Insiden ini memicu respons cepat dari pihak berwenang untuk menangani sebaran api.
Dikutip dari Kompas.com, Wali Kota Solo, Respati Ardi, angkat bicara mengenai situasi yang sedang terjadi di lokasi tersebut. Ia memandang peristiwa ini sebagai sebuah sinyal penting dari lingkungan.
"Kami prihatin. Seperti yang saya sampaikan ini warning dari alam semesta. Setelah ini selesai akan kita review, akan kita awasi lebih ketat lagi di TPA Putri Cempo," ujar Respati.
Pemerintah Kota Solo berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Pengawasan terhadap sampah yang masuk ke area TPA akan diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Hingga saat ini, tim petugas di lapangan masih terus bekerja keras untuk mengendalikan situasi. Mereka tetap bersiaga penuh di lokasi guna memastikan keamanan area sekitar.
Langkah mitigasi yang dilakukan petugas difokuskan pada penyekatan titik-titik api. Hal ini bertujuan agar kobaran api tidak merembet hingga ke permukiman warga yang berada di dekat TPA.
"Kami masih bertugas, masih standby, dan penyekatan, penyiraman di sekitar sumber api agar supaya tidak menyebar di sekitar," ungkap Respati.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (3/9/2026) ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Pemerintah Kota Solo terus berupaya meminimalisir dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh insiden tersebut.
Kehadiran petugas di lokasi kebakaran menunjukkan kesigapan aparat dalam merespons situasi darurat. Fokus utama saat ini adalah memadamkan sisa api dan memastikan keselamatan warga di sekitar TPA Putri Cempo.