TIMESINDONESIA.MY.ID - Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi memberikan arahan strategis terkait pentingnya edukasi lingkungan bagi generasi muda di Indonesia. Instruksi ini disampaikan dalam agenda rapat koordinasi penanganan bencana gempa bumi yang berlangsung di NTT, Rabu (26/8/2026).

Langkah ini diambil sebagai solusi jangka panjang dalam menjaga ekosistem nasional. Presiden memandang bahwa pemahaman mengenai pelestarian alam harus ditanamkan sejak dini melalui jalur pendidikan formal di sekolah.

Dikutip dari Kompas.com, Presiden menekankan perlunya perubahan perilaku masyarakat dalam berinteraksi dengan alam. Hal ini dilakukan demi mencegah praktik penebangan atau pembakaran hutan yang dilakukan secara serampangan.

"Dengan pendidikan mulai dari anak-anak muda, anak-anak sekolah, bahwa tidak lagi boleh bakar atau tebang pohon seenaknya," ucap Prabowo.

Dalam arahannya, Presiden menyoroti keterkaitan erat antara keberadaan vegetasi dengan ketersediaan air bersih. Ia menegaskan bahwa pohon memegang peranan krusial sebagai penyimpan cadangan air tanah yang vital bagi kehidupan.

"Pohon adalah sumber kehidupan. No tree, no forest. No forest, no water. No water, no life. Ingat ya," tegas Prabowo.

Kebijakan ini muncul menyusul temuan di lapangan mengenai masih adanya praktik pembakaran hutan oleh sebagian masyarakat di wilayah NTT. Presiden berharap edukasi yang masif dapat menekan angka kerusakan lingkungan di masa depan.

Melalui pendekatan edukatif ini, pemerintah berupaya membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga hutan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana agar wilayah Indonesia lebih tahan terhadap perubahan iklim dan krisis air.

Dengan mengintegrasikan kurikulum lingkungan, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Langkah nyata ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan ekosistem hutan demi masa depan bangsa yang lebih baik.