TIMESINDONESIA.MY.ID - Seorang warga di Kabupaten Probolinggo berinisial SP (40) harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah menjadi korban pembacokan. Peristiwa tragis ini diduga dipicu oleh upaya korban menagih sisa utang sebesar Rp 500 ribu kepada terduga pelaku.
Kejadian nahas ini berlangsung pada hari Selasa, 11 Agustus 2020, di sebuah jalan desa di Desa Tunggalcerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Korban dibacok saat berada di tengah jalan, mengakibatkan luka pada beberapa bagian tubuhnya.
Luka serius dilaporkan terdapat di area leher dan punggung korban akibat sabetan senjata tajam. Kondisi ini memaksa korban segera mendapatkan penanganan medis.
Pihak desa melalui Kepala Desa Jrebeng, Ruslan, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurut informasi yang dihimpun oleh pihak desa, peristiwa ini berawal dari niat korban untuk menagih utang.
"Korban sebelumnya hendak menagih utang kepada terduga pelaku," ujar Ruslan.
Kedua belah pihak kemudian berpapasan di jalan desa. Pertemuan tak terduga ini segera memicu adu mulut yang berujung pada aksi kekerasan.
"Keduanya berpapasan di jalan desa hingga terjadi cekcok yang berujung pembacokan," lanjut Ruslan.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut, menimbulkan keprihatinan di kalangan warga. Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan menangkap pelaku.
Dikutip dari detikJatim, insiden ini menjadi perhatian serius untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.