TIMESINDONESIA.MY.ID - Seorang wanita berusia 36 tahun akhirnya menemukan jawaban atas keluhan kelelahan kronis dan sesak napas yang telah lama mengganggu. Kondisi yang sebelumnya diduga sebagai serangan panik ternyata memiliki akar masalah medis yang lebih kompleks.

Selama periode 2021 hingga 2025, wanita bernama Abigail Loiose ini berulang kali berkonsultasi dengan dokter umum. Gejala yang dialaminya sempat membuat para profesional medis mencurigai adanya gangguan kecemasan.

Bahkan, Abigail sempat menjalani serangkaian terapi psikologis sebanyak lima hingga enam kali dalam upaya mengatasi keluhan tersebut. Namun, perbaikan yang signifikan belum kunjung terasa.

Titik balik dalam perjalanan medis Abigail terjadi pada Desember 2024. Ia terpaksa mendatangi unit gawat darurat rumah sakit akibat gejala yang semakin memburuk.

Kejadian di unit gawat darurat dipicu oleh ketidakmampuannya menaiki tangga di tempat kerjanya. Kondisi ini disertai dengan rasa nyeri dada yang tajam dan menusuk.

"Selama bertahun-tahun, saya berjuang melawan kelelahan kronis dan sesak napas yang mengganggu aktivitas sehari-hari," kata Abigail Loiose, menceritakan perjuangannya, seperti dikutip dari TREN.HOTNEWS.ID.

Ia menambahkan, "Berbagai gejala yang saya alami sempat membuat saya dicurigai mengalami gangguan kecemasan, bahkan saya sempat menjalani terapi sebanyak lima hingga enam kali."

Pengalaman di unit gawat darurat menjadi momen krusial yang mengarahkan Abigail pada diagnosis yang tepat. Kejadian tersebut menyadarkan bahwa ada masalah kesehatan yang lebih serius.

Setelah melalui pemeriksaan mendalam, terungkap bahwa Abigail menderita kelainan jantung langka. Kondisi ini menjadi penyebab utama keluhan kelelahan dan sesak napas yang selama ini ia rasakan.