TIMESINDONESIA.MY.ID - Banyak orang yang sedang menjalani program diet atau menjaga pola hidup sehat sering kali merasa khawatir saat harus mengonsumsi nasi Padang. Menu khas Minangkabau ini kerap dianggap sebagai musuh utama karena kuah santan yang kental dan porsi nasi yang sering kali berlebihan.
Namun, anggapan bahwa nasi Padang adalah pemicu utama kenaikan berat badan ternyata tidak sepenuhnya benar. Faktanya, hidangan lezat ini masih bisa dinikmati dengan cara yang lebih bijak tanpa harus mengorbankan target kesehatan yang sedang dicanangkan.
Dikutip dari detikHealth, spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, memberikan penjelasan mendalam mengenai hal ini. Beliau membagikan pandangannya dalam sebuah sesi diskusi daring yang diselenggarakan pada Kamis (10/9/2026).
"Nasi Padang sebenarnya tidak perlu dihindari sepenuhnya, asalkan kita mampu mengatur porsi dan memilih jenis lauk yang dikonsumsi dengan lebih cermat," ujar dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya kesadaran akan jumlah asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh. Mengatur keseimbangan antara nutrisi dan porsi menjadi kunci utama agar berat badan tetap stabil.
"Kunci menikmati nasi Padang saat diet terletak pada kontrol diri, terutama dalam membatasi kuah bersantan dan porsi nasi putih yang sering kali disajikan dalam jumlah banyak," kata dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK.
Dengan mengikuti saran tersebut, masyarakat tidak perlu merasa takut atau bersalah ketika ingin menikmati hidangan favoritnya. Pola makan yang seimbang tetap memungkinkan seseorang untuk menikmati kuliner lokal tanpa mengabaikan kesehatan.
Strategi ini diharapkan dapat membantu mereka yang sedang berjuang menurunkan berat badan agar tidak merasa tertekan dalam memilih menu makanan sehari-hari. Konsistensi dalam menjaga pola makan jauh lebih efektif daripada menghindari makanan tertentu secara total.