TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah kapal motor bernama Balama GT 27 dikabarkan mengalami kendala teknis berupa mati mesin saat melintasi perairan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Insiden ini memicu respons cepat dari pihak berwenang untuk segera melakukan upaya pencarian dan pertolongan.
Kapal tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Rakyat Luwuk dengan tujuan akhir ke Kabupaten Taliabu, Maluku Utara. Perjalanan tersebut dimulai pada Sabtu, 12 September 2026, tepat pukul 01.00 Wita.
Di dalam kapal tersebut, terdapat tiga orang penumpang yang kini dalam status pencarian oleh tim SAR. Kondisi cuaca dan arus laut di perairan tersebut menjadi perhatian utama dalam proses evakuasi.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Basarnas Kantor SAR Palu segera mengambil langkah taktis untuk melakukan operasi pencarian. Pengerahan personel dilakukan guna memastikan keselamatan para penumpang yang berada di atas kapal.
"Kapal khusus SAR telah diberangkatkan sejak sore tadi sekitar pukul 15.54 Wita dari pelabuhan Luwuk di Banggai," ujar Kepala Kantor SAR Palu, Muh Rizal.
Operasi ini melibatkan peralatan khusus untuk menyisir area perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir kapal tersebut sebelum kehilangan tenaga mesin. Tim penyelamat terus berupaya melakukan koordinasi di lapangan agar pencarian berjalan efektif.
Dikutip dari Antara, pihak Basarnas terus memantau perkembangan situasi di lokasi kejadian. Kecepatan respons menjadi kunci utama dalam upaya penyelamatan di tengah kondisi laut yang tidak menentu.
Hingga saat ini, pihak otoritas terkait masih terus melakukan penyisiran intensif terhadap kapal motor Balama GT 27. Masyarakat di sekitar perairan Banggai juga diharapkan memberikan informasi jika melihat tanda-tanda keberadaan kapal tersebut.
Upaya pencarian ini akan terus berlangsung hingga para penumpang ditemukan dalam kondisi selamat. Koordinasi antarlini terus diperkuat untuk memastikan prosedur evakuasi berjalan sesuai dengan standar keselamatan maritim.