TIMESINDONESIA.MY.ID - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Pinka Haprani, melakukan kunjungan kemanusiaan ke Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan ini difokuskan untuk memberikan dukungan moral kepada anak-anak yang menjadi korban bencana gempa bumi di wilayah tersebut.
Dikutip dari sumber berita terkait, kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026. Fokus utama dari kehadiran Pinka adalah untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan psikososial yang memadai setelah mengalami guncangan bencana.
"Kegiatan ini dalam rangka memulihkan trauma anak-anak pascagempa. Para korban berhak mendapat pendampingan psikososial," ujar Pinka Haprani.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi mental para penyintas muda di lokasi bencana. Pendampingan psikososial dinilai krusial agar anak-anak dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan tidak terus dihantui rasa takut.
Dalam kunjungan tersebut, ratusan anak korban gempa diajak berinteraksi melalui berbagai permainan dan aktivitas yang edukatif. Kegiatan ini dirancang khusus untuk membangun suasana positif di tengah situasi pascabencana yang menantang.
"Kegiatan-kegiatan tersebut sengaja dibuat Pinka dan jajaran PDIP untuk mengembalikan keceriaan para korban, khususnya anak-anak," tulis sumber berita tersebut dalam keterangannya.
Pihak PDIP berkomitmen untuk terus memantau kondisi di lapangan guna memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran. Pendekatan berbasis trauma healing ini diharapkan menjadi langkah awal yang efektif dalam proses pemulihan jangka panjang bagi masyarakat terdampak.
Kehadiran sosok publik seperti Pinka diharapkan dapat memberikan dorongan semangat bagi para orang tua dan relawan. Sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk memulihkan kondisi sosial pascagempa di Manggarai.
Hingga saat ini, proses pemulihan di wilayah terdampak masih terus berjalan dengan dukungan dari berbagai pihak. Fokus utama tetap pada pemenuhan kebutuhan dasar serta stabilisasi kondisi psikologis para penyintas, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.