TIMESINDONESIA.MY.ID - Aktivitas kegempaan Gunung Sinabung yang berlokasi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Kondisi ini terpantau sejak memasuki akhir bulan Juli 2026.
Dikutip dari Kompas.com, peningkatan aktivitas vulkanik ini memicu kekhawatiran akan potensi erupsi susulan. Selain itu, risiko terjadinya awan panas guguran di sekitar lereng gunung juga dinilai masih cukup tinggi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan ketat terhadap gunung tersebut. Berdasarkan data teknis, tercatat ratusan gempa vulkanik telah terjadi secara berturut-turut hingga saat ini.
Fenomena alam ini menjadi indikator kuat bahwa terdapat aktivitas internal yang aktif di bawah permukaan gunung. Petugas Pos Pemantauan Gunung Api (PGA) Sinabung terus melakukan koordinasi untuk memastikan status terkini.
"Kami lihat per Juli hingga saat ini ada ratusan gempa vulkanik, ini menandakan aktivitas dapur magma mulai terjadi, dan potensi awan panas, ataupun erupsi sangat tinggi," ujar Armen Putra.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Armen Putra selaku petugas pos PVMBG Sinabung pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Penjelasan ini menjadi dasar bagi pihak berwenang untuk meningkatkan kewaspadaan di lapangan.
Sebagai langkah mitigasi, pihak PVMBG secara resmi merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di zona merah. Larangan ini diberlakukan guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa akibat ancaman erupsi.
Patroli di sekitar zona bahaya kini mulai diperketat oleh pihak terkait guna memastikan tidak ada warga yang nekat mendekat. Kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas sangat krusial dalam situasi peningkatan status gunung api saat ini.