TIMESINDONESIA.MY.ID - Presiden RI Prabowo Subianto melakukan langkah taktis dengan mengumpulkan sejumlah menteri dan pimpinan kepolisian di kediaman pribadinya. Pertemuan tersebut diselenggarakan di kawasan Hambalang, Bogor, sebelum agenda lawatan kenegaraan beliau ke Rusia.
Dikutip dari Kompas.com, kegiatan ini berlangsung pada Selasa malam (1/9/2026). Rapat tersebut menjadi ajang koordinasi intensif bagi para pengambil kebijakan di sektor pertahanan dan keamanan negara.
Sejumlah tokoh penting yang hadir dalam rapat tersebut antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra. Selain itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto turut hadir untuk memberikan masukan.
Kehadiran jajaran pimpinan tinggi lainnya juga memperkuat urgensi pertemuan tersebut. Beberapa pejabat yang terlihat hadir meliputi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri, serta Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan.
Tidak ketinggalan, unsur pimpinan TNI lainnya pun turut dalam diskusi strategis ini. Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kabaloghan Marsdya Yusuf Jauhari, dan Asisten Intelijen Panglima TNI Mayjen Rio Firdianto tampak hadir di lokasi.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan mengenai pokok bahasan dalam pertemuan tersebut. Diskusi difokuskan pada pemantauan situasi terkini di dalam negeri.
"Pertemuan ini secara khusus dilakukan untuk membahas perkembangan situasi nasional yang sedang berlangsung," ujar Letkol Teddy Indra Wijaya.
Selain isu keamanan, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian serius terhadap ancaman bencana lingkungan. Beliau secara spesifik membahas langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Langkah konsolidasi ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menjaga stabilitas domestik sebelum Presiden bertolak melaksanakan agenda diplomasi internasional. Koordinasi antarlembaga diharapkan dapat memastikan situasi nasional tetap kondusif selama Presiden berada di luar negeri.