TIMESINDONESIA.MY.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menjadi tamu kehormatan di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kunjungan beliau berfokus pada booth Jetour, yang menampilkan deretan SUV andalan mereka.
Dalam kunjungannya, Airlangga Hartarto secara khusus menyoroti Jetour T2 i-DM, yang menjadi bintang utama di paviliun tersebut. Beliau nampak tertarik dengan berbagai fitur dan kapabilitas yang ditawarkan oleh SUV plug-in hybrid ini.
Airlangga Hartarto turut mengapresiasi rekam jejak global Jetour T2 yang dinilai tangguh. Ia mengenang momen ketika model ini dipercaya menjadi kendaraan resmi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Afrika Selatan.
Lebih lanjut, beliau mencatat bahwa Jetour T2 tidak hanya berperan dalam ajang diplomasi dunia, namun juga telah dipercaya sebagai armada kepolisian di Angola dan Uni Emirat Arab. Hal ini menunjukkan keandalan dan performa yang diakui secara internasional.
Pencapaian penjualan global Jetour T2 juga menjadi sorotan. Hingga kini, model ini telah berhasil mencatatkan penjualan lebih dari 500.000 unit hanya dalam kurun waktu 33 bulan.
Kehadiran Menteri Perekonomian disambut hangat oleh jajaran manajemen PT Jetour Sales Indonesia. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi terhadap apresiasi yang diberikan.
"Kunjungan Bapak Airlangga Hartarto menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi Jetour untuk terus menghadirkan produk berstandar global bagi konsumen Indonesia," ujar Caroline Ling, President Director PT Jetour Sales Indonesia.
Caroline Ling menambahkan, "Kehadiran Jetour T2 i-DM di GIIAS 2026 tidak hanya membawa teknologi plug-in hybrid terbaru, tetapi juga melanjutkan reputasi Jetour T2 yang telah memperoleh pengakuan internasional."
Mengusung filosofi Travel+, Jetour T2 i-DM hadir sebagai Adventure Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan banderol Rp 688.000.000 (OTR Jakarta). SUV ini memadukan mesin 1.500cc TGDI generasi kelima, dua motor listrik, baterai CATL LFP 18,4 kWh, dan transmisi 3DHT.