TIMESINDONESIA.MY.ID - Bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu terjadinya tanah longsor di sejumlah kawasan perbukitan. Peristiwa alam tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur vital, khususnya jaringan pipa distribusi air bersih menuju permukiman warga di Desa Ululoga, Kecamatan Mauponggo.

Kerusakan pada jalur transmisi air ini berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat setempat. Warga terpaksa menanggung beban ekonomi tambahan dengan membeli pasokan air bersih seharga Rp 100.000 untuk setiap tangki demi mencukupi kebutuhan harian.

Kendati menghadapi beban finansial dan keterbatasan akses pascabencana, ketahanan sosial masyarakat di Desa Ululoga terlihat dari langkah responsif yang diambil secara mandiri. Warga memilih berinisiatif melakukan perbaikan kolektif guna mempercepat normalisasi distribusi air daripada sekadar menunggu bantuan teknis.

Tantangan fisik yang dihadapi dalam proses pemulihan infrastruktur ini tergolong berat karena letak pipa berada di kawasan perbukitan terjal. Secara terorganisasi, masyarakat menelusuri medan geografis yang ekstrem untuk menemukan titik sambungan yang patah maupun tertimbun material longsor.

"Puji syukur, kemarin titik kerusakan di medan yang terjal sudah berhasil kami atasi dan perbaiki, dan hari ini penyisiran jalur pipa akan kami lanjutkan kembali," ujar Kepala Desa Ululoga.

Dikutip dari Kompas.com, aksi gotong royong pemulihan saluran air bersih tersebut telah berlangsung secara bertahap sejak hari Kamis (20/8/2026). Upaya swadaya ini menjadi solusi alternatif tercepat untuk mengatasi keterisolasian pasokan air di tingkat desa.

Pada hari pertama pelaksanaan kerja bakti, masyarakat berhasil menyambung kembali instalasi pipa sepanjang 200 meter yang sebelumnya terputus. Keberhasilan penyambungan jalur pipa ini menjadi modal penting untuk memulihkan debit aliran air ke bak penampungan warga.

Penyisiran lanjutan yang dilakukan pada Jumat (21/9/2026) difokuskan pada inspeksi menyeluruh di sepanjang rute perbukitan. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh pipa terbebas dari kebocoran struktural agar pasokan air bersih dapat mengalir kembali secara optimal dan berkelanjutan.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google