TIMESINDONESIA.MY.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menyusul terjadinya kasus keracunan makanan yang menimpa ratusan anak di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan bergizi berjalan sesuai standar keamanan yang ditetapkan.
Dikutip dari Kompas.com, BGN bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pati akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap 172 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki sistem pengawasan di setiap dapur yang terlibat dalam program tersebut.
Evaluasi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab lembaga untuk menjamin kualitas konsumsi bagi para penerima manfaat. Selain itu, langkah ini menjadi upaya preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Di antara semua ada satu-dua mungkin yang tidak sesuai dengan SOP, tidak patuh terhadap tahapan-tahapan penyiapan makanan. Ini yang harus kita evaluasi terus," ujar Wakil Kepala BGN, Trenggono.
Pihak BGN menegaskan bahwa kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah aspek krusial yang tidak bisa ditawar dalam penyiapan makanan. Seluruh unit dapur diwajibkan mengikuti tahapan penyiapan yang ketat demi menjaga kesehatan anak-anak.
Menurut Trenggono, proses evaluasi ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang BGN. Fokus utamanya adalah memperkuat pengawasan serta melakukan pembenahan tata kelola di seluruh unit pelayanan gizi yang tersebar di wilayah tersebut.
"Semenjak kepemimpinan yang baru, kami sudah berupaya semaksimal mungkin memperbaiki tata kelola, kemudian menyiapkan dapur-dapur ini dengan baik," kata Trenggono.
Langkah audit ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap program makan bergizi yang dijalankan pemerintah. BGN berkomitmen untuk terus memantau kinerja SPPG secara berkala agar kualitas gizi dan keamanan pangan tetap terjaga dengan standar tertinggi.