TIMESINDONESIA.MY.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini menjadi perhatian serius bagi Komisi V DPR RI. Meski intensitas erupsi terpantau mulai menurun, pengawasan terhadap gunung tersebut tetap harus dilakukan secara ketat.

Dikutip dari sumber berita terkait, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan bahwa pemantauan tidak boleh dihentikan. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah terdampak tetap terjaga dengan baik.

Menurut informasi yang diterima dari Badan Geologi dan BMKG, fase erupsi puncak dari gunung tersebut dianggap telah terlewati. Kondisi ini memberikan indikasi bahwa aktivitas gunung kini beralih ke skala yang lebih kecil.

"Iya erupsinya menurun kan sekarang intensitasnya, tetap dilakukan pemantaunnya, tetapi yang jelas kan intensitasnya menurun, kalau menurut info Badan Geologi dengan BMKG sih erupsi puncaknya sudah lewat katanya, berarti sekarang tinggal erupsi-erupsi kecil saja," ujar Lasarus.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Lasarus saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat (11/9/2026). Langkah koordinasi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pengawasan legislatif terhadap mitigasi bencana alam.

Meskipun ancaman erupsi besar dinilai telah berkurang, masyarakat tetap diminta untuk mematuhi arahan dari pihak berwenang. Kewaspadaan dini menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika aktivitas vulkanik yang tidak terduga.

Pemerintah melalui lembaga terkait diharapkan terus memperbarui data secara berkala kepada publik. Transparansi informasi ini sangat krusial guna mencegah kepanikan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga setempat.

Hingga saat ini, pihak terkait terus bersiaga di lapangan untuk memantau perkembangan situasi terkini. Langkah preventif ini merupakan bagian dari prosedur standar dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google