TIMESINDONESIA.MY.ID - Industri otomotif kini tengah mengalami pergeseran fokus yang signifikan, beralih dari sekadar performa mesin dan desain, menuju kemampuan kendaraan dalam mendeteksi risiko dan mencegah kecelakaan. Perkembangan ini dapat diamati langsung melalui pameran Booth Safety & Advanced Technology GAIKINDO yang menggandeng Bosch.

Dalam gelaran GIIAS 2026, Bosch mempresentasikan bagaimana berbagai teknologi keselamatan modern bekerja secara terintegrasi. Pengunjung dapat menyaksikan langsung inovasi yang dirancang untuk menciptakan kendaraan yang lebih aman dan cerdas.

Konsep keselamatan yang diusung Bosch terbagi dalam tiga tahapan krusial yang saling terhubung: Sense, Think, dan Act. Ketiga tahapan ini menjadi fondasi bagi sistem keselamatan kendaraan masa depan.

Tahap "Sense" berfungsi sebagai "mata" tambahan bagi kendaraan, melampaui keterbatasan pandangan pengemudi. Multi-Purpose Camera, Radar Sensor, dan Ultrasonic Sensor bekerja sama untuk memantau lingkungan sekitar.

"Ketiga sensor ini bekerja layaknya 'mata' tambahan yang terus membaca lingkungan sekitar," jelas perwakilan Bosch dalam presentasinya. Teknologi ini mampu mengenali marka jalan, pengguna jalan lain, mengukur jarak dan kecepatan objek, serta mendeteksi benda dalam jarak dekat.

Selanjutnya, tahap "Think" berperan sebagai "otak" yang menganalisis potensi risiko. Informasi dari berbagai sensor diolah oleh sistem komputasi canggih yang menganalisis perubahan situasi secara dinamis.

Sistem komputasi ini mampu memperkirakan potensi bahaya dan menentukan respons yang paling tepat dalam hitungan milidetik. Kemampuannya dalam memahami kondisi sekitar menjadi kunci untuk tindakan pencegahan yang efektif.

Tahap terakhir, "Act", merupakan "refleks" kendaraan saat waktu reaksi pengemudi sangat terbatas. Integrated Power Brake dirancang untuk menghasilkan respons pengereman yang cepat dan presisi.

Fungsi pengereman ini bertujuan untuk mengurangi kecepatan atau meminimalkan dampak benturan jika kecelakaan tidak dapat dihindari, tanpa mengurangi kendali pengemudi.