TIMESINDONESIA.MY.ID - CFMoto kembali menggebrak pasar otomotif roda dua dengan peluncuran versi terbaru dari motor sport andalannya, CFMoto 500SR Voom untuk model tahun 2026. Pembaruan ini tidak hanya menghadirkan peningkatan tenaga yang impresif, tetapi juga sejumlah penyempurnaan teknis dan estetika.
Model terbaru ini secara resmi diperkenalkan untuk pasar China, menandakan keseriusan CFMoto dalam bersaing di segmen motor sport kelas menengah empat silinder yang kian dinamis. Perusahaan berupaya menjawab kebutuhan dan masukan dari para konsumen setia mereka.
Penyempurnaan yang dilakukan mencakup sektor mesin dan sistem perpindahan gigi, dengan tujuan memberikan pengalaman berkendara yang lebih optimal, baik untuk penggunaan harian maupun saat melibas lintasan balap.
Dari segi visual, CFMoto menghadirkan dua pilihan warna baru yang lebih segar dan agresif, yaitu Bacheta Red dan Deep Space Grey. Skema warna ini menggantikan varian sebelumnya, Zephyr Blue dan Nebula White, memberikan tampilan yang lebih modern dan berkarakter kuat.
Inti dari pembaruan ini terletak pada sektor dapur pacu. CFMoto tetap mengandalkan mesin empat silinder berkapasitas 500 cc yang telah terbukti ketangguhannya. Mesin ini secara standar mampu menghasilkan tenaga sebesar 78,8 PS pada 12.500 rpm dan torsi puncak 49 Nm pada 10.000 rpm.
Namun, dengan pengaktifan sistem Ram-Air yang menyuplai udara tambahan secara maksimal, tenaga puncak motor ini mampu melonjak hingga 84 PS. Peningkatan tenaga ini menjadi daya tarik utama bagi para penggemar kecepatan.
CFMoto juga melakukan sentuhan teknis penting pada mesin, termasuk penyempurnaan pada camshaft dan sistem kopling. Perubahan ini bertujuan untuk menekan vibrasi dan mengurangi kebisingan mekanis yang kerap muncul pada putaran mesin tinggi.
"Sentuhan ulang pada camshaft dan kopling dilakukan agar karakter mesin menjadi jauh lebih optimum, sekaligus mengurangkan getaran dan suara," ungkap perwakilan CFMoto dalam keterangan resminya.
Selain aspek kenyamanan dari minimnya getaran, perbaikan signifikan juga diterapkan pada mekanisme transmisi. Masalah umum yang kerap dialami pengendara motor sport, yaitu kesulitan menemukan posisi gigi netral saat berhenti, kini diatasi dengan pembaruan komponen pemindah gigi.