TIMESINDONESIA.MY.ID - Bencana polusi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini melanda wilayah Nunukan, Kalimantan Utara. Kondisi udara yang memburuk memaksa pihak sekolah menerapkan metode Belajar Dari Rumah (BDR) bagi para siswa.
Kebijakan ini diambil demi menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak di tengah kondisi lingkungan yang tidak sehat. Namun, transisi metode belajar ini membawa tantangan tersendiri bagi para orang tua di sana.
Banyak orang tua merasa kesulitan karena harus membagi waktu antara mencari nafkah dengan mendampingi anak-anaknya saat jam sekolah. Dikutip dari Kompas.com, situasi ini menimbulkan beban pikiran baru bagi para wali murid.
Sebagian orang tua terpaksa memilih untuk tidak bekerja sementara waktu agar bisa fokus memantau kegiatan belajar anak. Bagi yang tetap bekerja, mereka biasanya mengandalkan bantuan anggota keluarga lain, seperti kakak, untuk mendampingi adik belajar.
Kendala teknis juga menjadi persoalan serius dalam pelaksanaan BDR di Nunukan. Banyak keluarga hanya memiliki satu unit ponsel pintar berbasis Android yang harus digunakan secara bergantian.
Keterbatasan perangkat ini menyebabkan tugas sekolah sering kali baru bisa dikerjakan pada malam hari. Hal ini terjadi karena ponsel tersebut harus dibawa orang tua untuk keperluan bekerja sepanjang hari.
"Banyak orang tua murid yang mengunggah status di media sosial, mereka mengeluhkan situasi ini dan sangat berharap agar sistem belajar di rumah bisa segera berakhir," ujar Asdar, seorang guru di MTs Al Khairaat, Pulau Sebatik, pada Kamis (3/9/2026).
Pihak sekolah sebenarnya menyadari berbagai hambatan yang dialami para orang tua selama masa darurat kabut asap ini. Guru dan tenaga pendidik berupaya mencari solusi agar proses pendidikan tetap berjalan dengan efisien di tengah keterbatasan.
Diharapkan kondisi kualitas udara di Nunukan segera membaik agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali normal di sekolah. Dengan demikian, beban orang tua dalam mendampingi anak dapat berkurang dan proses transfer ilmu menjadi lebih maksimal.