TIMESINDONESIA.MY.ID - Provinsi Jambi saat ini tengah berupaya keras menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah melanda wilayah tersebut. Berdasarkan data terbaru, total luasan lahan yang terdampak kebakaran telah mencapai angka 1.776 hektare.

Dikutip dari Antara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah proaktif dengan mengoptimalkan berbagai sumber daya yang ada. Upaya ini dilakukan untuk memastikan api tidak meluas dan dampaknya dapat segera diminimalisir.

Tim gabungan kini menerapkan strategi kombinasi antara operasi darat dan udara sebagai solusi praktis di lapangan. Pendekatan ini dinilai paling efektif dalam menjangkau titik api yang berada di medan sulit maupun area yang mudah diakses tim darat.

"Kami terus berupaya mengoptimalkan seluruh kekuatan, baik dari sisi operasi darat maupun dukungan operasi udara untuk mempercepat proses pemadaman di Jambi," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Operasi udara difokuskan pada kegiatan pemadaman melalui teknik water bombing atau pengeboman air dari helikopter. Langkah ini krusial untuk memutus mata rantai api di wilayah yang sulit dijangkau oleh personel yang bertugas di daratan.

Sementara itu, tim darat yang terdiri dari berbagai instansi terkait terus melakukan pemadaman manual serta pendinginan lahan. Sinergi antara kedua lini ini menjadi kunci utama dalam upaya pengendalian situasi di lapangan agar tetap terkendali.

"Dukungan dari udara sangat membantu tim darat dalam memadamkan api di titik-titik yang sulit dijangkau, sehingga luas lahan yang terbakar dapat segera ditekan," kata Abdul Muhari.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru. Kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif warga sangat diharapkan guna mendukung kelancaran operasi di lapangan.

Pemerintah daerah bersama BNPB juga terus memantau perkembangan cuaca guna mengantisipasi potensi munculnya titik panas baru. Langkah preventif terus diperkuat agar ancaman karhutla di Jambi dapat segera teratasi dengan baik.