TIMESINDONESIA.MY.ID - Kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Magelang mulai memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Di Dusun Beteng, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman, ketersediaan air bersih kian menyusut seiring berlangsungnya musim kering pada Kamis (20/8/2026).

Deretan wadah penampungan air minum berukuran masing-masing 15 liter tampak terisi penuh di sudut jalan dusun tersebut. Tepat di depannya, sebuah bak penampungan air disiapkan sebagai titik distribusi bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Guna meringankan beban masyarakat yang terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang terus menyalurkan bantuan. Instansi tersebut tercatat sudah melakukan distribusi air bersih sebanyak empat kali sepanjang bulan ini.

"Biasanya pada sore hari wadah-wadah tersebut mulai diambil oleh pemiliknya. Sebagian besar warga mengambil air menggunakan sepeda motor dan tidak bisa membawanya sekaligus dalam satu kali jalan," kata Istanto.

Krisis air bersih yang melanda kawasan pemukiman ini diketahui telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan terakhir. Ketiadaan curah hujan menyebabkan cadangan air tanah di lingkungan setempat mengalami penurunan drastis.

Sumur milik Istanto yang berusia 51 tahun, yang selama ini diandalkan saat musim penghujan, saat ini kondisinya sudah mengering. Situasi serupa juga dialami oleh sekitar 40 kepala keluarga lainnya yang tinggal di kawasan RT 26 Dusun Beteng.

Wilayah Dusun Beteng memang menjadi salah satu kawasan yang rutin mengalami kendala akses air bersih ketika musim kemarau tiba. Masyarakat setempat sangat mengandalkan pasokan air dari pihak terkait untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari.

Dikutip dari Kompas.com, penyaluran bantuan air bersih secara berkala oleh pihak BPBD diharapkan dapat membantu warga bertahan selama musim kemarau masih berlangsung di wilayah Magelang.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google