TIMESINDONESIA.MY.ID - Dampak musim kemarau panjang kini mulai dirasakan secara nyata oleh para pekerja sektor transportasi air di Kalimantan Timur. Penurunan drastis debit air Sungai Mahakam menyebabkan operasional armada kapal di kawasan Dermaga Sungai Kunjang, Samarinda, mengalami hambatan serius.
Surutnya jalur pelayaran utama tersebut berdampak langsung pada terhentinya lalu lintas kapal pengangkut logistik dan penumpang. Sejumlah kapal yang biasanya melayani perjalanan menuju kawasan hulu, seperti Kabupaten Kutai Barat (Kubar) hingga Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), kini tidak dapat beroperasi secara normal.
Kondisi tersebut secara otomatis memicu penurunan volume aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan tradisional tersebut. Para buruh dermaga yang menggantungkan hidup dari upah harian kini harus menghadapi masa-masa sulit akibat minimnya kapal yang bersandar.
Jika pada kondisi air normal para pekerja bisa memperoleh penghasilan hampir setiap hari, saat ini kondisinya berubah drastis. Ketiadaan muatan memaksa para buruh menunggu antrean giliran kerja hingga dua pekan lamanya demi mendapatkan pekerjaan.
Dikutip dari Kompas.com pada Jumat (21/8/2026), salah seorang buruh dermaga bernama Supardi (54) membeberkan kondisi sulit yang dialami para pekerja pelabuhan. Pria yang akrab disapa Rambo ini menuturkan bahwa keterbatasan operasional armada air telah berlangsung cukup lama dan mematikan mata pencaharian mereka.
"Armada kapal dengan rute menuju kawasan pedalaman seperti Long Bagun dan sekitarnya sudah tidak dapat berlayar normal selama lebih dari dua pekan akibat kondisi sungai yang mengering," kata Supardi.
Terhentinya mobilitas logistik perairan ini tidak hanya berdampak pada distribusi pasokan barang ke daerah pedalaman, melainkan juga menekan ketahanan ekonomi keluarga buruh. Minimnya pemasukan membuat sebagian pekerja terpaksa berutang demi memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari di tengah situasi paceklik.
Saat ini, para pekerja dan penyedia jasa transportasi sungai sangat mengharapkan intensitas hujan kembali normal di wilayah hulu. Kenaikan debit air Sungai Mahakam menjadi faktor penentu agar aktivitas pelayaran rakyat dan perekonomian warga di dermaga dapat pulih sediakala.