TIMESINDONESIA.MY.ID - Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menyoroti adanya disparitas kualitas yang cukup signifikan antara pengelolaan Museum Nasional dengan museum-museum yang berada di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian serius agar standar pelayanan dan edukasi di museum daerah dapat meningkat.

Kondisi tersebut dibahas secara mendalam dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Komisi X DPR RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (9/9). Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi tantangan yang dihadapi sektor permuseuman nasional saat ini.

Lestari menekankan bahwa transformasi positif yang telah dicapai oleh Museum Nasional seharusnya tidak berhenti di pusat saja. Ia berharap kemajuan tersebut dapat ditularkan ke seluruh wilayah untuk menciptakan pemerataan kualitas.

"Gap antara museum nasional dengan museum di daerah itu besar sekali. Bagaimana dalam konteks sekarang kawan-kawan di pusat, dalam hal ini mungkin di museum nasional, ini mungkin tanggung jawab kita bersama dan ini juga catatan yang mungkin nanti masuk di dalam rekomendasi kita," ujar Lestari.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestari mendorong agar Museum Nasional berperan aktif dalam membangun jejaring serta ekosistem permuseuman yang inklusif. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelola museum di daerah.

Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM merupakan kunci utama agar museum daerah mampu bersaing dan memberikan pengalaman edukatif yang lebih baik bagi masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret atas kesenjangan yang terjadi.

Dikutip dari sumber berita terkait, pernyataan tersebut disampaikan Lestari dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Kamis (10/9/2026). Harapannya, rekomendasi dari Panja Komisi X dapat segera ditindaklanjuti demi kemajuan dunia permuseuman tanah air.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google