TIMESINDONESIA.MY.ID - Industri perfilman tanah air kembali menorehkan prestasi membanggakan di level internasional. Film layar lebar dengan judul "Ibuku (My Mother)" resmi terpilih untuk berkompetisi di Busan International Film Festival (BIFF) ke-31.
Dikutip dari TREN.HOTNEWS.ID, keberhasilan ini menandai langkah besar bagi sineas lokal dalam mempromosikan karya seni di kancah global. Film ini menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang akan diperkenalkan kepada audiens dunia.
Ajang perfilman bergengsi tersebut rencananya akan diselenggarakan di Busan, Korea Selatan. Festival ini dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari penuh, yakni mulai dari tanggal 6 hingga 15 Oktober 2026.
Film "Ibuku" merupakan hasil kerja sama produksi lintas negara antara Indonesia dan Jepang. Kolaborasi ini menggabungkan visi kreatif dari kedua negara untuk menghasilkan karya yang memiliki standar kualitas internasional.
Dalam program kompetisi utama tersebut, karya ini akan berhadapan dengan 13 judul film pilihan lainnya. Seluruh film yang terpilih berasal dari berbagai negara di Asia yang memiliki rekam jejak perfilman kuat.
"Pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi kreatif antara sineas Indonesia dan Jepang mampu menghasilkan karya yang diakui oleh komunitas film internasional," ujar pihak perwakilan produksi sebagaimana dikutip dari TREN.HOTNEWS.ID.
Keikutsertaan dalam festival ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi distribusi film Indonesia di pasar global. Selain itu, momentum ini menjadi ajang pertukaran budaya melalui media sinema bagi para pelaku industri.
Seluruh persiapan teknis kini tengah dilakukan oleh tim produksi sebelum keberangkatan ke Korea Selatan. Mereka optimis bahwa pesan yang disampaikan dalam film "Ibuku" dapat diterima dengan baik oleh para juri dan penikmat film di Busan.