TIMESINDONESIA.MY.ID - Wacana mengenai perpanjangan masa jabatan kepala desa (Kades) melalui mekanisme Penjabat (Pj) belakangan ini menuai sorotan tajam dari kalangan akademisi. Isu tersebut mencuat setelah para Kades yang memasuki masa akhir jabatan (AMJ) beralasan bahwa kebijakan tersebut diperlukan demi efisiensi biaya.
Dikutip dari Kompas.com, Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Djohermansyah Djohan, memberikan tanggapan kritis terkait dalih efisiensi yang digunakan. Ia mempertanyakan logika di balik usulan untuk meniadakan pemilihan kepala desa (pilkades) demi menghemat anggaran daerah.
Menurut Djohermansyah, alasan keterbatasan biaya dalam pelaksanaan pilkades bukanlah alasan yang cukup kuat untuk mengubah aturan masa jabatan. Ia menegaskan bahwa pemerintah seharusnya mencari cara yang lebih substantif dalam menangani masalah anggaran.
"Kalau memang persoalannya biaya Pilkades, solusinya bukan memperpanjang jabatan kepala desa lama. Solusinya adalah memperbaiki sistem pemilihan," kata Djohermansyah Djohan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Djohermansyah melalui sebuah tulisan di kolom.kompas.com pada Jumat (11/9/2026). Ia menekankan bahwa perbaikan tata kelola pemilihan jauh lebih mendesak dibandingkan sekadar mempertahankan penjabat lama.
Salah satu tawaran solusi yang ia ajukan adalah pelaksanaan pilkades secara serentak di tingkat kabupaten. Dengan metode ini, waktu pelaksanaan pemilihan dapat disamakan di seluruh wilayah administratif tersebut.
"Pilkades bisa dilakukan serentak satu kabupaten untuk waktu yang sama," ujar Djohermansyah Djohan.
Langkah ini dianggap mampu menekan biaya operasional secara signifikan melalui efisiensi pengelolaan anggaran dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Koordinasi yang terpusat diyakini dapat memangkas pemborosan yang sering terjadi dalam pilkades konvensional.
Selain sistem serentak, ia juga menyoroti pentingnya pembatasan durasi kampanye. Hal ini dinilai krusial agar proses demokrasi di tingkat desa tetap berjalan kondusif tanpa menghabiskan banyak dana.