TIMESINDONESIA.MY.ID - Ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikmah, Sidoarjo, dilaporkan mengalami gejala keracunan massal. Peristiwa ini terjadi setelah para santri mengonsumsi makanan yang merupakan bagian dari program makan bergizi gratis (MBG).

Dikutip dari Kompas.com, Kementerian Agama (Kemenag) segera merespons situasi darurat tersebut dengan memberikan perhatian penuh. Pihak kementerian berkomitmen memastikan seluruh santri mendapatkan perawatan medis yang layak dan memadai.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya yang mendalam atas insiden tersebut. Ia menekankan bahwa keselamatan para santri menjadi prioritas utama pihak kementerian saat ini.

"Kami sangat prihatin atas kejadian yang dialami para santri di Pesantren Manbaul Hikmah. Yang paling utama saat ini adalah memastikan seluruh santri mendapatkan penanganan kesehatan dengan baik," ujar Amien.

Sebagai langkah konkret, Kemenag telah menginstruksikan jajaran di tingkat daerah untuk bergerak cepat. Koordinasi intensif terus dilakukan antara pihak pesantren dan otoritas kesehatan setempat.

"Kami melalui Kanwil Kemenag Jawa Timur dan Kemenag Kabupaten Sidoarjo terus memantau perkembangan kondisi mereka dan berkoordinasi dengan pihak pesantren serta instansi kesehatan," jelas Amien.

Berdasarkan data terkini yang dihimpun oleh pihak kementerian, jumlah korban yang terdampak cukup signifikan. Para santri tersebut segera dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan.

"Berdasarkan data terakhir yang disampaikan, sebanyak 335 santri dirujuk ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut," kata Amien.

Hingga saat ini, pihak Kemenag masih terus mengawal proses pemulihan kesehatan para santri. Diharapkan seluruh santri yang terdampak dapat segera pulih dan kembali beraktivitas di pesantren.