TIMESINDONESIA.MY.ID - Dua orang asisten rumah tangga (ART) berinisial SDA (18) dan N (19) sempat menjadi pusat perhatian setelah mengaku menjadi korban penyekapan. Insiden ini terjadi di sebuah kediaman yang berlokasi di Jalan Sukarela, Penjaringan, Jakarta Utara.
Kabar mengenai dugaan tindakan tersebut pertama kali mencuat setelah kedua ART itu mengirimkan pesan melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Pihak berwenang kemudian segera menindaklanjuti informasi tersebut untuk memastikan kebenaran situasi di lapangan.
Dikutip dari sumber berita terkait, pihak kepolisian melalui Polsek Metro Penjaringan langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan. Langkah ini diambil untuk melindungi hak-hak warga yang merasa terancam sekaligus mengklarifikasi fakta yang sebenarnya terjadi.
"Pelapor melaporkan melalui aplikasi JAKI dan diteruskan oleh pihak Damkar melalui Laporan 110 bahwa pelapor mengalami penyekapan di sebuah rumah dan mendapatkan perlakuan yang kurang wajar," ujar Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Agta Bhuwana Putra.
Setelah dilakukan pendalaman oleh petugas kepolisian di lokasi kejadian, ditemukan fakta yang jauh berbeda dari pengakuan awal. Ternyata, tidak ada tindakan penyekapan yang dilakukan oleh pihak majikan terhadap kedua ART tersebut.
Hasil investigasi menunjukkan bahwa majikan dari SDA dan N sebenarnya sedang pergi keluar rumah untuk menjalani pengobatan. Kondisi pintu rumah yang terkunci dari luar disalahartikan oleh kedua ART tersebut sebagai bentuk penyekapan.
Ketakutan yang dirasakan oleh kedua ART itu dipicu oleh ketidaktahuan mereka mengenai keberadaan sang majikan. Situasi ini pun akhirnya diselesaikan dengan komunikasi yang baik antara pihak kepolisian, majikan, dan para ART yang bersangkutan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang jelas antara pemberi kerja dan pekerja rumah tangga. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa sistem respons cepat seperti aplikasi JAKI tetap berjalan efektif dalam menanggapi aduan masyarakat di Jakarta.