TIMESINDONESIA.MY.ID - Kementerian Agama (Kemenag) mengambil langkah cepat untuk memulihkan akses pendidikan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya ini dilakukan menyusul musibah gempa bumi yang sempat merusak fasilitas pendidikan di sejumlah madrasah.
Bantuan yang disalurkan mencakup ribuan paket perlengkapan sekolah atau school kit bagi para siswa. Selain itu, pihak Kemenag juga menyediakan 16 ruang belajar darurat guna memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di tengah situasi pemulihan pascabencana.
Langkah ini menjadi solusi praktis agar para siswa tidak tertinggal materi pelajaran akibat rusaknya gedung sekolah. Dengan adanya ruang kelas sementara, proses transfer ilmu antara guru dan murid dapat kembali berlangsung dengan lebih kondusif.
Dikutip dari laman resmi Kemenag, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di daerah terdampak bencana. Pihak kementerian memastikan bahwa distribusi logistik dilakukan secara merata ke madrasah-madrasah yang paling membutuhkan.
"Pemberian bantuan berupa perlengkapan sekolah dan ruang belajar darurat ini adalah upaya kami untuk memastikan anak-anak tetap bisa mendapatkan hak pendidikan mereka meskipun dalam kondisi sulit pascagempa," ujar Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Moh. Isom Yusqi.
Moh. Isom Yusqi menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau kebutuhan di lapangan secara berkala. Hal ini penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar membantu proses pemulihan psikologis serta akademis para siswa.
"Kami berharap fasilitas sementara ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh pihak madrasah agar semangat belajar para siswa tetap terjaga dan tidak terputus karena musibah yang terjadi," ujar Moh. Isom Yusqi.
Diharapkan, kehadiran sarana belajar ini mampu menjadi penyemangat bagi tenaga pendidik serta peserta didik di NTT. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan otoritas daerah setempat untuk mempercepat perbaikan infrastruktur sekolah yang mengalami kerusakan permanen.