TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat mengambil langkah proaktif untuk menjaga mutu bantuan sosial bagi masyarakat. Sebanyak 88 ton beras bantuan pangan dipastikan dalam kondisi baik sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Dikutip dari Kompas.com, pemeriksaan ini dilakukan untuk alokasi penyaluran periode Juli, Agustus, dan September 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan seluruh stok beras yang ada memenuhi standar layak konsumsi.
Proses pengecekan dilakukan di Gudang Bulog (GBB) Sapordanco, Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat serta jajaran Perum Bulog Cabang Sorong.
Sebelum melakukan inspeksi langsung di lapangan, pihak terkait terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Raja Ampat.
Agenda rapat difokuskan untuk mematangkan rencana penyaluran bantuan kepada masyarakat. Diskusi melibatkan pemerintah daerah, pihak Bulog, serta para kepala distrik se-Kabupaten Raja Ampat pada Kamis (27/8/2026).
Kepala Perum Bulog Cabang Sorong, Sigit Baskoro, turut hadir langsung dalam rangkaian pemeriksaan tersebut. Ia memantau secara detail kondisi fisik beras yang tersimpan di gudang.
"Pemeriksaan ini kami lakukan guna memastikan kualitas, kuantitas, timbangan, serta kelayakan beras secara menyeluruh sebelum diserahkan kepada masyarakat," ujar Sigit Baskoro.
Selain pihak Bulog, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Raja Ampat. Kehadiran para kepala distrik juga menjadi kunci dalam memastikan alur distribusi nantinya berjalan lancar.
Pemerintah daerah berkomitmen agar bantuan pangan ini memberikan manfaat optimal bagi warga di seluruh wilayah Raja Ampat. Seluruh pihak yang terlibat sepakat untuk menjaga transparansi dalam proses penyaluran bantuan ini.