TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari Kompas.com, sebuah insiden keracunan massal menimpa ratusan siswa di wilayah Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Peristiwa ini memicu respons cepat dari berbagai pihak terkait kesehatan.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Agam saat ini tengah melakukan pemantauan ketat terhadap seluruh korban. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga Kamis (3/9/2026) pukul 07.00 WIB, tercatat ada 276 siswa yang mengalami gejala gangguan kesehatan. Seluruh korban diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Dari total jumlah tersebut, lima orang siswa harus mendapatkan perawatan medis secara intensif di rumah sakit. Kondisi mereka terus dipantau oleh tim medis agar segera pulih kembali.

"Rinciannya, tiga orang dirawat di RSUD, satu orang di RSAM, dan satu orang di RST. Data ini masih terus kami sinkronkan," ujar Fionaliza.

Sebagai langkah preventif, operasional penyedia jasa boga atau pemasok Makan Bergizi (MBG) yang diduga menjadi sumber makanan telah dihentikan sementara. Hal ini dilakukan guna mendukung kelancaran proses investigasi yang sedang berjalan.

Tim Gerak Cepat (TGC) dari Dinas Kesehatan Agam juga telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Mereka bekerja sama dengan pihak Puskesmas serta berbagai instansi lintas sektor terkait.

"Tim Gerak Cepat (TGC) Dinkes Agam bersama pihak Puskesmas dan lintas sektor terkait telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi mendalam sejak kejadian dilaporkan," ungkap Fionaliza.

Pihak berwenang saat ini sedang mengirimkan sampel sisa makanan ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pengujian di laboratorium ini sangat krusial untuk menentukan penyebab pasti dari gangguan kesehatan yang dialami para siswa.