TIMESINDONESIA.MY.ID - Aktivitas gunung berapi yang tengah erupsi di sejumlah wilayah Indonesia belakangan ini memicu kewaspadaan bagi masyarakat, terutama para pengguna jalan. Dikutip dari AutonetMagz, kondisi ini menuntut pengendara sepeda motor untuk lebih berhati-hati saat harus beraktivitas di luar ruangan.

Abu vulkanik mengandung partikel mikroskopis yang terbawa angin dan berisiko mengganggu pernapasan serta penglihatan pengendara. Selain itu, endapan abu di permukaan jalan dapat membuat lintasan menjadi licin dan membahayakan keselamatan.

Menyikapi situasi tersebut, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) selaku main dealer motor Honda Jakarta-Tangerang memberikan imbauan penting bagi masyarakat. Tim Safety Riding Promotion WMS mengajak seluruh pengendara untuk selalu menerapkan kampanye #Cari_Aman dalam setiap perjalanan.

Head of Safety Riding Promotion WMS, Agus Sani, menekankan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis pengemudi. Namun, kemampuan dalam membaca serta memitigasi risiko lingkungan juga menjadi faktor penentu yang sangat krusial.

"Keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan oleh skill, tetapi juga bagaimana memitigasi dan membaca risiko kecelakaan yang diakibatkan kondisi lingkungan," ujar Agus Sani.

Selain itu, Agus Sani menyarankan agar pengendara tetap tenang dan tidak terburu-buru saat melintasi area yang terdampak hujan abu. Sikap tenang dan mengutamakan keselamatan adalah kunci utama dalam menghadapi kondisi jalan yang tidak menentu.

"Saat menghadapi jalan yang terdampak abu vulkanik, pengendara perlu lebih tenang, tidak terburu-buru, dan selalu mengutamakan keselamatan," ujar Agus Sani.

Untuk meminimalisir risiko, pengendara dianjurkan menggunakan helm dengan visor tertutup yang bersih guna melindungi mata dari iritasi debu. Penggunaan masker standar tinggi seperti N95 juga sangat disarankan untuk menyaring partikel halus yang berbahaya bagi pernapasan.

Secara teknis, pengendara wajib mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan untuk mengantisipasi penurunan daya cengkeram ban. Hindari pula pengereman atau manuver mendadak agar keseimbangan sepeda motor tetap terjaga selama di jalan.