TIMESINDONESIA.MY.ID - Indonesia secara resmi kembali menggelar latihan militer berskala internasional bertajuk Super Garuda Shield 2026. Kegiatan ini melibatkan kerja sama strategis antara militer Indonesia dengan Amerika Serikat serta sejumlah negara mitra lainnya.
Dikutip dari Kompas.com, latihan gabungan yang berlangsung pada September 2026 ini menjadi pusat perhatian publik. Kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah nyata dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah pertahanan global.
Sebanyak 21 negara tercatat berpartisipasi aktif dalam latihan militer tahun ini. Ribuan personel dari berbagai latar belakang militer dikerahkan untuk mengikuti serangkaian agenda latihan yang telah dijadwalkan.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini, memberikan tanggapan positif terkait keterlibatan Indonesia dalam agenda berskala besar tersebut. Ia memandang kegiatan ini sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas kawasan.
"Saya melihat latihan ini sebagai bagian dari diplomasi pertahanan yang konstruktif. Indonesia dapat memperkuat kemampuan pertahanannya sekaligus membangun hubungan yang lebih erat dengan negara-negara mitra, tanpa kehilangan komitmen terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan," ujar Amelia.
Amelia menambahkan bahwa keterlibatan dalam latihan ini tidak lantas mengubah prinsip dasar kebijakan luar negeri Indonesia. Negara tetap memegang teguh komitmen perdamaian meski menjalin kerja sama militer yang erat dengan berbagai negara.
Menurut pandangan Amelia, esensi dari kekuatan pertahanan modern tidak hanya bergantung pada kecanggihan alutsista atau kemampuan tempur semata. Ada aspek lain yang dinilai jauh lebih krusial dalam menjaga keamanan nasional.
"Kekuatan pertahanan bukan hanya diukur dari seberapa kuat kemampuan militernya, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi, kerja sama, kepercayaan, dan mencegah terjadinya konflik," kata Amelia.
Latihan Super Garuda Shield 2026 ini diharapkan dapat meningkatkan interoperabilitas antar militer negara peserta. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana diplomasi yang efektif untuk membangun rasa saling percaya di antara negara-negara yang terlibat.