TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden kericuhan terjadi di Kampung Mranggen, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Peristiwa ini melibatkan dua kelompok massa dari perguruan silat yang berbeda pada Senin (7/9/2026) dini hari.

Dikutip dari Kompas.com, situasi sempat memanas ketika sekitar 200 anggota dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) bergerak menuju Mapolsek Polokarto. Pergerakan massa tersebut kemudian melintas di wilayah Kampung Mranggen yang memicu terjadinya bentrokan.

Akibat dari gesekan antar kelompok tersebut, sebanyak 24 rumah warga di sekitar lokasi kejadian dilaporkan mengalami kerusakan. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat yang terdampak langsung oleh aksi tersebut.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, memberikan penjelasan mengenai pemicu awal rangkaian kejadian ini. Menurutnya, keributan tersebut berawal dari serangkaian agenda yang berlangsung secara berdekatan.

"Keributan berawal dari rangkaian kejadian setelah kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW," ujar AKBP Anggaito Hadi Prabowo.

Pada waktu yang bersamaan, pihak Pagar Nusa (PSNU) Cabang Sukoharjo juga sedang menyelenggarakan kegiatan pembaitan atau pengesahan warga baru. Acara tersebut dilaksanakan di Padepokan PSNU Pagar Nusa, Dukuh Rejosari, Desa Jagan, Kecamatan Bendosari.

Kegiatan di Padepokan PSNU tersebut berlangsung mulai Sabtu (5/9/2026) malam pukul 20.25 WIB hingga Minggu (6/9/2026) pagi pukul 04.30 WIB. Pihak kepolisian sempat hadir di lokasi untuk memastikan keamanan acara yang dihadiri sekitar 1.000 orang tersebut.

Untuk menjaga stabilitas keamanan, koordinasi antar perguruan silat dan pihak kepolisian sangat diperlukan dalam setiap agenda besar. Langkah preventif seperti komunikasi lintas sektor dapat menjadi solusi praktis guna menghindari gesekan di lapangan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menjaga ketertiban lingkungan merupakan tanggung jawab bersama agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.