TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden hilangnya kontak rombongan jurnalis saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau tengah menjadi perhatian publik. Lima orang awak media tersebut diketahui bertolak dari kawasan Carita, Banten, dengan menggunakan kapal cepat.

Dikutip dari Antara, peristiwa ini bermula ketika kapal tersebut melakukan perjalanan untuk memantau aktivitas vulkanik di kawasan gunung berapi tersebut. Hingga saat ini, proses pencarian terhadap rombongan tersebut masih terus diupayakan oleh pihak terkait.

Pemilik kapal, Sandi Wiasa, memberikan keterangan resmi mengenai kondisi armada yang digunakan dalam misi peliputan tersebut. Ia menegaskan bahwa kapal dalam keadaan prima sebelum bertolak menuju lokasi tujuan.

"Kapal yang dipergunakan adalah kapal saya, itu berangkat kemarin sekitar jam 14.00 WIB lebih dari Dermaga Pegedongan," kata Sandi Wiasa.

Sandi menjelaskan bahwa jumlah penumpang yang diangkut oleh kapal cepat tersebut berjumlah delapan orang. Kapasitas tersebut dipastikan sudah sesuai dengan ketentuan beban maksimal yang dapat ditampung oleh kapal.

Selain aspek kapasitas, ia juga memastikan bahwa seluruh prosedur keamanan pelayaran telah dipenuhi sebelum keberangkatan. Dokumen perizinan kapal dipastikan lengkap dan tersedia di atas kapal.

"Kapal yang dipergunakan adalah kapal saya, itu berangkat kemarin sekitar jam 14.00 WIB lebih dari Dermaga Pegedongan," ujar Sandi Wiasa.

Terkait kondisi cuaca dan perairan saat keberangkatan, pemilik kapal menyebutkan bahwa situasi saat itu masih dalam kategori normal. Tidak ada tanda-tanda cuaca ekstrem yang menghalangi keberangkatan kapal dari Dermaga Pegedongan.

Pihak pemilik juga menjamin bahwa perlengkapan keselamatan standar telah tersedia bagi seluruh penumpang. Jaket pelampung sudah disiapkan sebagai antisipasi jika terjadi keadaan darurat di tengah laut.