TIMESINDONESIA.MY.ID - Bagi banyak penikmat kuliner, sushi dan onigiri sering dianggap sebagai hidangan yang serupa. Hal ini terjadi karena keduanya sama-sama menggunakan bahan utama berupa nasi dalam penyajiannya.

Namun, kedua kuliner khas Jepang ini sebenarnya memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Perbedaan tersebut dapat ditinjau dari sisi cara pembuatan hingga teknik penyajiannya kepada konsumen.

Dikutip dari Detik, pemahaman mengenai perbedaan ini sangat penting agar masyarakat tidak lagi keliru dalam membedakan kedua jenis makanan tersebut.

"Hal ini menjadi panduan praktis bagi para pecinta kuliner yang ingin mengenal lebih dalam tentang budaya makan Jepang," ujar Detik.

Perbedaan mendasar yang paling utama terletak pada penggunaan bahan pendukung pada nasi. Komponen ini menjadi penentu utama dalam mengategorikan sebuah hidangan sebagai sushi atau onigiri.

Pada olahan sushi, nasi yang digunakan harus melalui proses pembumbuan khusus. Campuran bahan yang digunakan meliputi cuka, gula, dan garam untuk memberikan cita rasa khas.

Sebaliknya, onigiri menggunakan nasi putih tawar yang dimasak secara alami. Tidak ada tambahan bumbu apapun yang dicampurkan ke dalam nasi tersebut saat proses pembuatannya.

Melalui perbedaan teknik pengolahan nasi ini, para pecinta kuliner dapat lebih mudah mengidentifikasi jenis hidangan Jepang yang mereka konsumsi. Pengetahuan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan budaya makan masyarakat Indonesia.

Dengan memahami perbedaan ini, pengalaman menikmati kuliner Jepang tentu akan menjadi lebih tepat sasaran. Setiap penikmat makanan kini memiliki panduan praktis dalam membedakan dua hidangan populer tersebut.