TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan kabel udara yang terlihat semrawut di berbagai sudut ibu kota. Upaya ini dilakukan demi menciptakan estetika kota yang lebih rapi serta meningkatkan aspek keselamatan publik.

Rencana penataan jaringan utilitas tersebut nantinya akan difokuskan pada pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT). Infrastruktur ini dirancang untuk memindahkan kabel-kabel yang selama ini menjuntai di udara ke dalam sistem bawah tanah yang lebih teratur.

Dikutip dari sumber berita terkait, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menetapkan lokasi awal pelaksanaan proyek ini. Penataan akan dimulai dari sepanjang Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, hingga mencapai kawasan Cawang, Jakarta Timur.

Terkait teknis pelaksanaan di lapangan, pihak pemerintah daerah menyatakan bahwa rencana tersebut sudah masuk dalam agenda kerja. Fokus utama saat ini adalah memastikan penataan kabel listrik dan utilitas lainnya berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

"Untuk kabel listrik sebenarnya saya sudah diagendakan untuk memulai yang di Jalan Gatot Subroto sampai dengan Cawang dan sebagainya," ujar Pramono Anung.

Meskipun rencana telah disusun secara matang, eksekusi di lapangan masih memerlukan kepastian hukum yang kuat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah menunggu penerbitan peraturan daerah (perda) sebagai landasan operasional kebijakan tersebut.

Perda ini nantinya akan berfungsi sebagai payung hukum yang mengatur tata cara penataan dan kewajiban pihak terkait dalam mengelola jaringan utilitas. Adanya aturan ini diharapkan mampu memperlancar proses transisi pemindahan kabel dari udara ke bawah tanah.

Pembangunan SJUT dinilai menjadi solusi jangka panjang dalam menata kota Jakarta menjadi lebih modern. Dengan adanya sistem terpadu, risiko kecelakaan akibat kabel yang putus atau menjuntai diharapkan dapat diminimalisir secara signifikan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk melakukan penataan ini secara bertahap di berbagai wilayah. Langkah awal di koridor Gatot Subroto hingga Cawang diharapkan dapat menjadi percontohan bagi penataan wilayah-wilayah lainnya di masa depan.