TIMESINDONESIA.MY.ID - Proses pemugaran atau rekonstruksi di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, kini tengah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan nilai-nilai budaya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, hadir secara langsung dalam rangkaian acara adat yang dilaksanakan di lokasi tersebut. Kehadirannya bertujuan untuk memberikan dukungan moril terhadap pelestarian warisan leluhur masyarakat Suku Sasak.

Kegiatan utama dalam kunjungan tersebut adalah partisipasi dalam prosesi Nyemulak. Ritual ini merupakan simbolis penanaman tiang pertama yang menjadi penanda dimulainya pembangunan kembali struktur bangunan adat.

Dikutip dari Kompas.com, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa proyek ini memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar perbaikan fisik bangunan. Baginya, kegiatan ini adalah bentuk nyata dari upaya merawat memori kolektif masyarakat.

"Kita sedang rekonstruksi bukan rekonstruksi bangunan tetapi kita sedang merekonstruksi sejarah dan peradaban," kata Lalu Muhamad Iqbal.

Dalam arahannya, Gubernur Iqbal juga memberikan pesan khusus kepada para pekerja dan masyarakat setempat terkait tempo pengerjaan. Ia mengingatkan agar setiap tahapan dilakukan dengan penuh ketelitian dan tidak terburu-buru.

"Kita ingin merekonstruksi kembali peradaban bukan sekedar bangunan," ujar Lalu Muhamad Iqbal.

Pendekatan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB ini diharapkan mampu menjaga keaslian arsitektur serta nilai filosofis Desa Adat Sade. Dengan demikian, warisan budaya ini tetap dapat diwariskan kepada generasi mendatang dengan identitas yang utuh.

Melalui ritual Nyemulak, masyarakat Suku Sasak menunjukkan komitmen kuat dalam mempertahankan tradisi di tengah arus modernisasi. Dukungan pemerintah daerah menjadi elemen penting dalam keberlangsungan pelestarian situs bersejarah tersebut.