TIMESINDONESIA.MY.ID - Bayangkan sebuah kendaraan yang sanggup meluncur hening tanpa emisi di tengah kemacetan kota, namun tetap siap diajak menjelajah jauh tanpa rasa cemas akan daya baterai. Pengalaman berkendara modern inilah yang coba ditawarkan oleh Jetour melalui kehadiran teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM) pada lini produk Jetour T1 dan Jetour T2.
Dikutip dari AutonetMagz.com, teknologi bertipe Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini dirancang khusus untuk menyatukan keunggulan efisiensi mobil listrik dengan fleksibilitas khas mesin bensin. Sebagai salah satu andalannya, Jetour T2 i-DM kini telah resmi dipasarkan untuk masyarakat Indonesia dengan harga Rp688 juta.
Jantung mekanis dari sistem i-DM mengintegrasikan tiga komponen utama secara serasi dalam satu kesatuan unit yang canggih. Sistem ini mengusung mesin bensin Acteco 1.500cc TGDI Dedicated Hybrid Engine, Dedicated Hybrid Transmission (DHT), serta baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh.
Perpaduan dapur pacu tersebut sanggup memuntahkan tenaga yang sangat responsif saat diajak melaju di berbagai kondisi jalan. Mesin bensinnya mampu memproduksi tenaga sebesar 136 PS dan torsi 220 Nm, sementara motor listriknya memberikan dorongan ekstra hingga 204 PS dengan torsi puncak mencapai 310 Nm.
Tingkat efisiensi termal pada mesin hybrid ini berhasil menyentuh angka 44,5 persen, yang merupakan salah satu pencapaian tertinggi di kelasnya. Seluruh pengoperasian sistem dikendalikan penuh oleh komputer pintar yang akan memilih moda penggerak paling efisien secara otomatis.
Saat menghadapi situasi jalanan perkotaan yang padat, mobil akan mengaktifkan Pure EV Drive sehingga roda bergerak murni menggunakan daya listrik tanpa mengonsumsi bahan bakar. Sementara pada kondisi berkendara harian biasa, Intelligent Hybrid Mode akan membagi peran antara mesin dan motor listrik agar penggunaan energi tetap efisien.
Apabila daya baterai tersisa di bawah 20 persen, sistem kendaraan secara otomatis beralih ke moda Series Drive untuk menjadikan mesin bensin sebagai generator penyuplai daya. Selanjutnya, ketika pengemudi membutuhkan akselerasi instan atau melaju di atas kecepatan 100 km/jam, mode Parallel Drive dan Direct Engine Drive siap bekerja secara optimal.
Mengenai perbedaan karakter antara kedua model, penyesuaian dilakukan agar sesuai dengan kebutuhan pengendara harian maupun penggemar petualangan. "Kalau T1 dia lebih fokus untuk fungsionalitas dan kehalusan berkendara, cocok untuk dalam kota," ujar perwakilan Jetour.
Kemudahan penggunaan mobil ini semakin lengkap berkat adanya fitur regenerative braking serta dukungan pengisian daya cepat berarus searah (DC fast charging). Melalui pengisian daya cepat tersebut, Baterai LFP dapat terisi dari 30 hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 27 menit.